Casyantra

Share Article Movies & Videos, music, photos & Pictures ,download and Others

  1. Home
  2. Article
  3. Others

Negeri Darurat Sains – Hasanudin (detik.com)

Description :
Jakarta – Saya sering diminta oleh teman-teman untuk meninjau kesahihan produk-produk yang diklaim punya khasiat bagi kesehatan tubuh. Satu produk yang pernah saya bahas adalah air alkali, yang di tengah masyarakat dikenal dengan nama Kangen Water. Berdasar pengetahuan saya bahwa air alkaline itu adalah air yang kadar keasamannya diatur secara elektrik sehingga diperoleh air dengan pH […]

Jakarta – Saya sering diminta oleh teman-teman untuk meninjau kesahihan produk-produk yang diklaim punya khasiat bagi kesehatan tubuh. Satu produk yang pernah saya bahas adalah air alkali, yang di tengah masyarakat dikenal dengan nama Kangen Water. Berdasar pengetahuan saya bahwa air alkaline itu adalah air yang kadar keasamannya diatur secara elektrik sehingga diperoleh air dengan pH lebih tinggi dari air biasa, yaitu 8-10. Air netral pH-nya 7, dan air di bawah nilai itu disebut bersifat asam.

Apa khasiat minum air itu? Ada banyak klaim, bahwa khasiatnya begini dan begitu. Tapi, semua klaim itu bersifat spekulatif belaka. Akhir tahun lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pengumuman bahwa klaim tentang khasiat itu tidak sahih.

Minggu lalu seorang rekan bertanya soal produk bernama bioglass. Hal pertama yang saya temukan ketika saya cari di internet tentang bioglass adalah produk bernama Bioglass 45S5, bahan organik sintetis yang dibuat untuk menyambung tulang dan gigi manusia, misalnya pada operasi untuk memperbaiki patah tulang. Ini produk yang dikembangkan secara ilmiah, dan terus diteliti serta dikembangkan oleh para ilmuwan.

Tapi, yang ditanyakan teman saya tadi bukan soal itu. Ada produk yang juga diberi nama bioglass, bentuknya berupa potongan kaca dalam berbagai bentuk. Menurut klaim di laman penjualnya, produk ini memancarkan energi skalar, yang manfaatnya anu-anu. Saya terperangah membaca berbagai klaim setelah kalimat itu. Tak ada satu pun klaim itu yang punya dasar ilmiah. Bukan hanya salah, tapi ngawur keterlaluan.

Misalnya soal istilah “energi skalar” tadi. Apa itu skalar? Skalar adalah besaran fisika yang hanya punya nilai, tapi tidak ada arah. Kecepatan, misalnya, punya nilai yang dinyatakan dalam satuan jarak dibagi waktu (misalnya meter per detik, atau km per jam), juga punya arah. Sedangkan suhu dinyatakan dalam derajat celcius, tidak punya arah. Energi adalah besaran skalar yang memang tidak punya arah. Kenapa ditulis dengan istilah “energi skalar”? Tujuannya, biar terdengar keren dan berbeda dari yang biasa didengar orang.

Klaim-klaim selanjutnya tidak perlu saya bahas. Laman itu berisi deretan kata yang dikarang seenak udel penulisnya, dicampur menjadi kalimat yang sama sekali tidak ada maknanya. Tentu saja segala klaim soal manfaat produk itu adalah palsu.

Ternyata banyak orang membeli produk ini. Harganya tidak murah, berkisar antara 1 sampai 7 juta rupiah. Setelah membaca tulisan saya yang menjelaskan soal bioglass, sebagian dari mereka menyesal. Tapi, ada yang tetap bertahan (saya duga dia penjualnya). Dia mengoceh soal kondisi keasaman tubuh. Katanya virus sebenarnya tidak berasal dari luar tubuh, namun muncul dalam tubuh karena berubahnya kadar keasaman tubuh. Persis seperti pola yang tadi saya bahas, sekadar menderetkan kata-kata secara ngawur.

Tidak hanya itu. Saya mendapat pertanyaan bertubi-tubi tentang berbagai produk sejenis. Kalau produk A bagaimana? Produk B bagaimana? Padahal saya sudah buat penjelasan umum, menjelaskan prinsip dasar untuk menilai produk-produk itu. Tapi, orang-orang masih memerlukan konfirmasi yang lebih detail.

Kenapa begitu? Orang-orang ini tidak paham sains dasar. Mendengar istilah “ion negatif” saja mereka sudah takjub. Lalu kalau ada orang menjelaskan bahwa “ion negatif bisa menginduksi metabolisme sel”, pendengarnya takjub. Ia mendengar sederet istilah keren yang sama sekali tak ia pahami. Artinya orang yang sedang bicara itu sangat pintar. Tentulah ia sedang membicarakan sesuatu yang benar. Maka ia takluk, patuh pada si pembicara, lalu merogoh koceknya untuk membeli barang yang sedang dipromosikan.

Bangsa ini dipenuhi oleh orang-orang yang tak paham soal apa itu ion negatif, gelombang elektromagnetik, energi, atau radiasi. Bagi banyak orang awam, semua itu adalah istilah yang menakjubkan belaka. Siapa saja yang bisa merangkai kalimat dengan kata-kata ajaib itu, ia bisa dianggap sebagai orang pintar yang semua kata-katanya patut didengar.

Orang-orang tidak paham bagaimana tubuh bekerja, sehingga kagum ketika ada orang bicara soal gelombang yang dipancarkan dari sebuah batu yang dipakai sebagai kalung, gelombang itu bisa melancarkan peredaran darah, menyingkirkan racun dari tubuh. Orang-orang ternganga mendengar istilah anti oksidan, radikal bebas, dan sebagainya tanpa kemampuan memeriksa benar salahnya kalimat si pengucap.

Hal-hal itu, ion positif, asam-basa, gelombang elektromagnetik, metabolisme sel, dan sebagainya itu bukanlah hal ajaib. Kita semua pernah mempelajarinya di bangku SMP. Hanya saja, mungkin kurang dari 5% dari penduduk negeri ini yang mengingatnya. Jadi, ketika mendengar istilah-istilah tadi, banyak orang yang menganggapnya sebagai deretan jampi-jampi ajaib.

Peliknya, tidak hanya orang awam yang begitu. Saya pernah menegur seorang dokter spesialis yang mengedarkan tulisan tentang bahaya melarutkan garam dalam masakan. Tulisan itu menyampaikan argumen yang sama sekali ngawur soal sifat garam. Yang membuatnya dipercaya, mungkin, adalah hadis tentang garam yang dikutip dalam tulisan itu. Lalu dokter tadi mencoba merasionalkan isi tulisan tadi, bahwa kalau dilarutkan garam akan menjadi ion Cl- yang besifat toksik. Lha, dari mana muncul penjelasan bahwa ion Cl- bersifat toksik? Sepertinya ia mengalami kekacauan pengertian antara gas klorin yang bersifat toksik, dengan ion Cl-. Padahal ion Cl- sangat penting perannya dalam tubuh.

Kembali ke cerita produk-produk ajaib tadi, salah satu sumber kisruhnya adalah para dokter yang ambil bagian dalam jalur penjualannya. Entah karena mereka memang tidak paham, atau memang sengaja memanipulasi informasi demi keuntungan finansial. Orang-orang yang menjual dan para pemakai dengan yakin mengatakan bahwa para dokter pun menganjurkan. Dugaan saya, mereka sengaja menyesatkan. Dalam hal bioglass, saya temukan sebuah tulisan yang konon ditulis oleh dokter, membahas soal riset-riset tentang bioglass. Dia sertakan tautan dari berbagai jurnal, sehingga dengan meyakinkan mengklaim bahwa khasiat bioglass itu benar adanya. Tapi, yang dia sertakan adalah referensi tentang Bioglass 45S5 yang tidak ada kaitannya dengan produk yang dipromosikan.

Masyarakat kita sangat buta soal sains. Apa boleh buat. Mereka tidak mampu menilai benar salahnya klaim suatu produk. Tapi, kenapa BPOM dan Kemenkes tidak segera mengambil tindakan? Dalam hal Kangen Water, misalnya, lama sekali barang itu beredar, barulah kedua lembaga itu bersuara. Itu pun tidak tegas, misalnya melarang beredarnya produk tadi. Hingga kini produk ini masih dijual bebas.

Hasanudin Abdurakhman cendekiawan, penulis dan kini menjadi seorang profesional di perusahaan Jepang di Indonesia

(mmu/mmu)

comment

Leave a Reply

The Headline for Related Post Negeri Darurat Sains – Hasanudin (detik.com)

  • Superkonduktor merupakan material yang tidak memiliki hambatan namun memiliki arus yang mengalir beserta energinya dibawah temperatur tertentu.
  • benefits of ginger for healty Smoothen blood flow, Overcoming nausea during pregnancy , Increasing the rate of metabolism, Reduce muscle